Sabtu, 28 Februari 2015

Tim Putri Popsivo Puncaki Klasemen Proliga Seri III

Selain motivasi, permainan lepas yang dikembangkan tim Popsivo sejak set pertama menjadi kunci kemenangan atas sang juara bertahan Jakarta Pertamina Energi, kemarin.
TIM putri Jakarta PGN Popsivo berhasil memimpin klasemen sementara Pertamina Proliga 2015 Seri III putaran pertama. Kesuksesan itu didapat tim asuhan Muhammad Ansori itu setelah dalam big match di GOR Ken Arok, Malang, kemarin, menang 3-2 (25-19, 24-26,26-24, 21-25, dan 15-12 atas juara bertahan Jakarta Pertamina Energi.

Dengan hasil tersebut Popsivo mengumpulkan 13 angka dan belum terkalahkan dari lima kali pertandingan sejak Seri I. Namun, posisi Popsivo bisa tergeser oleh Jakarta Pertamina Energi jika pada laga hari ini bisa mengalahkan Gresik Petrokimia dan Jakarta PGN Popsivo kalah dari Jakarta Bank BNI. Saat ini Jakarta Pertamina me ngumpulkan 12 angka.

Menurut Ansori, motivasi menjadi kunci untuk mengalahkan juara bertahan Proliga musim lalu itu. “Motivasi menjadi penting karena kita bukan juara bertahan.Kita harus mempersulit Pertamina. Hasilnya mereka memang tertekan,“ kata Ansori selepas laga.

Selain motivasi, permainan lepas yang dikembangkan tim Popsivo sejak set pertama juga menjadi kunci ke m e n a n g a n . M e s k i p u n memiliki motivasi tinggi, kapten sekaligus pemain senior Popsivo Rita Kurniati mengakui ada masalah, khususnya untuk memberikan umpan kepada pemain asing.

Popsivo memiliki dua pemain asing, yakni Ana Paula Lopes Ferreira (Brasil) dan Vesna Durisic (Serbia).

“Ada perbedaan karakrer pemain Indonesia dan pe main asing. Kalau pemain Indonesia harus dikasih umpan pendek cepat, sedangkan pemain asing tinggi cepat.“

Rita yang menyadari kesalahan itu kemudian mengubah cara mengumpan dan itu menjadi santapan empuk Ana dan Vespa dalam melakukan smes tajam.

Hasilnya meskipun laga berjalan ketat sejak awal, smes-smes Ana dan Vesna pula yang menjadi kunci kemenangan tim asal Jakarta itu.

Di sisi lain, pelatih Jakarta Pertamina Energi Oktavian tak bisa menutupi kekecewaannya. Menurutnya, kunci kemenangan Popsivo karena mereka lebih tenang dan lebih senior beberapa pemainnya. “Lihat saja Rita bisa mengatur ritme permainan.Dia juga bisa lebih tenang dan sabar. Selain itu, penampilan pemain kami di bawah permainan terbaik,“ jelas mantan pemain timnas itu.

Kapten Pertamina Amalia Fajrina Putri pun membenarkan ucapan sang mentor.“Yang pasti kita kurang tenang,“ ujar Amalia yang pernah menjadi pemain terbaik dua kali pada Proliga sebelumnya. Sesuai dengan jadwal, Pertamina akan menghadapi Gresik Petrokimia hari ini. (Era/BN/R-4) Media INdonesia, 22 Februari 2015, Halaman 5

Forki DKI Bidik Juara Umum di PON

KETUA Umum PB Forki Gatot Nurmantyo menilai Forki DKI Jakarta punya potensi besar untuk menguasai persaingan karate di tingkat nasional.Penilaiannya bukan tanpa alasan.

Menurut dia, Forki DKI Jakarta memiliki sistem pembinaan yang bagus. Salah satunya ialah pembinaan lewat Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate di OSO Sports Center, Bekasi, Jawa Barat, 21-22 Februari 2015.

Pernyataan itu Gatot ungkapkan seusai melantik kepengurusan Forki DKI Jakarta periode 2014-2018 pimpinan Raja Sapta Ervian di OSO Sports Center, Bekasi, Jawa Barat, kemarin. Ervian terpilih sebagai ketua umum Forki DKI Jakarta untuk kedua kalinya secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi DKI Jakarta, November lalu.

“Kami berharap pembinaan karate di Jakarta mencapai prestasi maksimal. Kami juga berharap janji pengurus baru untuk membenahi atlet dapat terlaksana dengan baik.“

Gatot juga yakin dengan menggelar aktif kejuaraan seperti kejurda, Forki DKI bisa mendapatkan bibit-bibit andal dan pada gilirannya nanti para atlet itu bisa membela Indonesia “Dengan pembinaan bagus, Forki DKI tentu punya potensi besar untuk mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional, termasuk mengembalikan kejayaan Jakarta,“ tegas Kepala Staf Angkatan Darat itu.

Pada kesempatan yang sama, Ervian bertekad memberikan prestasi bagi Forki DKI Jakarta. Karena itu, dia akan menjaga komitmen untuk terus meningkatkan kualitas para karateka dengan memberikan peluang mengembangkan diri lewat penampilan seperti pada Kejurda Karate 2015.

“Kami memang akan terus melakukan pembinaan terhadap para karateka. Bahkan, ajang Kejurda 2015 ini bukan sekadar kejuaraan, melainkan bagian dari proses pembinaan kami.Para atlet berprestasi dari ajang ini akan kami siapkan untuk Kejuaraan Piala Mendagri dan Pelatda Kejuaraan Pra-PON. Kami ingin menjadi juara umum di PON nanti,“ ujar Ervian.

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang tersebut, antusiasme peserta memang luar biasa. Terbukti, tidak kurang dari 328 karateka dari 19 perguruan se-DKI Jakarta ikut ambil bagian. Mereka tampil dengan penuh semangat demi mendapatkan peluang masuk tim Kejuaraan Piala Mendagri 2015 di Banten pada 26-29 Maret mendatang. “Saya senang para karateka Jakarta makin berkembang dan bersemangat,“ tandas Ervian. (Mag/R-4) Media INdonesia, 22 Februari 2015 Halaman 5

Senin, 09 Februari 2015

Rekor Baru Novak Djokovic

Menang 16 dari 24 kali pertandingan dengan Murray, Djokovic makin mengukuhkan diri di posisi satu dunia.
PETENIS tunggal put ra nomor satu du nia Novak Djokovic mencetak rekor sebagai petenis pertama yang mampu memenangi turnamen grand slam Australia Terbuka sebanyak 5 kali di era tenis profesional. Petenis Serbia itu membuat rekor itu dengan mengalahkan Andy Murray dalam partai puncak di Rod Laver Arena, Melbourne, kemarin.

Gelar grand slam kedelapan itu dipastikan Djokovic setelah bermain selama 3 jam 39 menit dan menutup pertandingan dengan skor 7-6, 6-7, 6-3, dan 6-0.

Kemenangan ini menjadi yang ke-16 dari 24 pertemuannya dengan Murray dan yang ketiga di final Australia Ter buka.

Djokovic kini hanya terpaut satu gelar lagi dari Roy Emer son yang merupakan pengumpul gelar juara terbanyak di Australia Terbuka. Namun, Emerson yang gantung raket pada 1983, mendapatkan enam gelar di Melbourne Park saat Australia Terbuka masih berstatus sebagai turnamen amatir.

“Saya sangat bersyukur bisa berdiri di tengah-tengah lapangan ini sebagai juara untuk kelima kali dan mampu menyamai raihan para legenda yang juga hadir saat ini, seperti Roy Emerson dan Rod Laver juga legenda lainnya di olahraga tenis,“ kata Djokovic seusai laga.

Meski mendominasi pertandingan, Djokovic tetap memberikan kredit bagi perlawanan Murray yang gigih untuk mengejar gelar grand slam ketiganya.

Perlawanan ketat Murray terlihat pada dua set pertama serta paruh pertama set ketiga. Setelah itu, Djokovic memegang kontrol permainan dengan memenangi 9 gim secara beruntun sebelum menyudahi perlawanan Murray.

Djokovic bukan tanpa hambatan di pertandingan itu, kegigihannya mengejar bola harus dibayar dengan perawatan di pergelangan tangannya pada awal set kedua akibat mengejar bola pukulan Murray yang jatuh dekat net.Djokovic juga mesti berurusan dengan pergelangan kakinya yang sempat terasa sakit pada set kedua.

Namun, bukan hanya Djokovic yang mengalami masalah. Murray yang kehilangan momentum dan pola permainan terbaiknya menjelang akhir laga, menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai kebugaran petenis asal Skotlandia itu. Terlebih petenis 27 tahun tersebut baru saja pulih dari cedera punggung.

Kegagalan mempertahankan permainan agresif di partai penentuan, membuat Murray harus menelan kekalahan keempat dari empat kali penampilan di final Australia Terbuka.

“Ini merupakan grand slam paling konsisten dalam karier saya, tapi sayangnya saya belum dapat memenanginya.Namun, saya mendapat dukungan yang luar biasa di sini.Saya tidak akan lelah untuk mencoba lagi tahun depan dan berharap hasil akhirnya berbeda dari tahun ini,“ ujar Murray. Ganda campuran Di nomor ganda campuran, pasangan Martina Hingis (Swiss)/Leander Paes (India) sukses mematahkan dominasi juara bertahan Kristina Mladenovic (Prancis) dan Daniel Nestor (Kanada).Ta n p a b a ny a k ke s u l i t a n , Hingis/Paes meraih kemenangan 6-4, 6-3. Ini merupakan gelar grand slam pertama bagi pasangan baru ganda campuran itu.

“Pemahaman kami atas satu-sama lain sangat menakjubkan. Hingis seakan tahu ke mana saya akan bergerak dan sebaliknya saya pun tahu kemana Hingis akan bergerak,“ kata Paes yang kini telah mengo leksi tiga gelar juara ganda campuran di Melbourne Park. (AP/BBC/R-2). Media INdonesia, 2 Februari 2015, Halaman 14

Selasa, 03 Februari 2015

Pacman Tunggu Putusan Pretty Boy

MANNY Pacquiao mendesak Floyd Mayweather segera memutuskan bulan ini juga, apakah bersedia menghadapinya atau tidak. Petinju Filipina berjulukan Pacman itu menyatakan menunggu keputusan Mayweather (AS) hingga akhir Januari.

“Kami perlu tahu segera karena jika mereka (pihak Mayweather) tidak siap, kami bisa mencari lawan lain,“ kata Pacquiao saat mengunjungi redaksi Los Angeles Times, Senin (19/1) waktu setempat, untuk mempromosikan film dokumenternya berjudul Manny.

“Kami punya batas waktu, yaitu bulan ini,“ terang Pacquiao yang menyatakan tidak tahu apakah Mayweather menyetujui pertarungan 2 Mei mendatang di Las Vegas.

Kamis, 15 Januari 2015

Kemenangan Panjang Warriors Berakhir

BERAKHIR sudah rentetan kemenangan panjang Golden State Warriors di kompetisi NBA musim ini. Setelah menang dalam 16 laga terakhir, Warriors akhirnya menerima kekalahan pertama dalam 17 laga terakhir. Menghadapi tuan rumah Memphis Grizzlies di FedEx Forum, Memphis, kemarin, Warriors takluk 98-105. Bagi Grizzlies, itu merupakan kemenangan kelima beruntun yang mereka dapat.

Bermain di kandang lawan, Warriors sepertinya akan memperpanjang kemenangan beruntun mereka. Tampil apik di kuarter pertama, Warriors unggul 30-24. vNamun, keadaan berbalik di kuarter kedua. Grizzlies yang mendapat dukungan penuh penonton mampu mengemas 20 poin secara beruntun.Hingga kuerter kedua berakhir, Grizzlies berbalik unggul 57-49.